Siapa sangka bocah yang satu ini bakal heboh menjadi bahan perbincangan di masyarakat. Yap.. Martunis, bocah ini merupakan salah satu korban tsunami aceh yang terselamatkan. Walaupun tsunami Aceh menenggelamkan kampungnya dan menghilangkan beberapa sanak saudaranya, tak membuat Martunis patah semangat untuk terus maju dan sukses. Bagaimana kisah perjalanannya saat ia bertemu dan diangkat menjadi anak oleh Cristiano Ronaldo, Sang Maestro Lapangan Hijau hingga ia masuk klub profesional Sporting Lisbon, yuk kita simak ulasannya berikut ini.
Meskipun kejadiannya sudah lebih dari 10 tahun lalu, tsunami Aceh tetap menyisakan kenangan buruk bagi para korbannya. Mungkin bisa dibilang bencana tersebut adalah yang terburuk dalam sejarah bangsa Indonesia. Martunis kecil pun juga merasakan duka yang mendalam ketika itu.
Ia dan keluarganya terseret ke tengah lautan saat kejadian tsunami tersebut. Ajaibnya, ia bertahan setelah sekitar 21 hari terombang-ambing di laut. Ia juga cukup beruntung karena bertemu kembali dengan sang ayah, Sarbini. Sayangnya, ibu dan dua saudara perempuannya dinyatakan tewas. Semua musibah yang menimpa Martunis memang sekilas menyesakkan, tapi ia bakal mendapatkan keberkahan luar biasa melalui bencana dahsyat ini.
Seperti yang Anda tahu, ketika ditemukan terombang-ambing di tengah laut, Martunis mengenakan jersey nomor 10 Portugal. Bocah yang kini udah berusia 17 tahun itu mengaku memang menyukai pemain sepak bola Portugal. Khususnya nama yang ada di jersey favoritnya tersebut, yakni Rui Costa.
Kecintaannya
terhadap idolanya tersebut berbuah manis. Saat diliput oleh media,
jersey Martunis menarik mata dunia termasuk si pemain andalan Real
Madrid, Cristiano Ronaldo. Setelah itu nasibnya pun berangsur-angsur
membaik. Apalagi setelah CR7 akhirnya mengangkat Martunis sebagai anak
angkat. Siapa sekarang yang tak iri punya ayah pemain bola paling
beken di dunia? Benar-benar beruntung.
Martunis begitu mencintai sepak bola. Semasa kecilnya dihabiskan dengan bermain bola dengan teman-temannya. Meskipun tsunami akhirnya merebut semuanya, termasuk beberapa teman mainnya. Meskipun perkembangannya jarang diekspos setelah itu, tapi skill mengasah bola Martunis makin berkembang.
Ia
benar-benar menekuni dunia sepak bola dengan bersekolah di Social Sport
School Real Madrid Foundation Aceh (SSS RMF Aceh). Hingga akhirnya
Sporting Lisbon melirik potensinya dan kemudian tanpa ragu merekrutnya
menjadi salah satu bagian dari klub mentereng di Portugal tersebut.
Like father like son juga berlaku di dunia sepak bola lho. Salah satu buktinya adalah si Martunis yang mengikuti jejak Ronaldo dengan bergabung bersama Sporting Lisbon. Seperti yang diketahui, saingan berat Lionel Messi tesebut mengawali karir profesionalnya di klub asal kota Lisboa tersebut.
Tak ada yang menyangka betapa beruntungnya perjalanan Martunis. Tertimpa bencana
berat, terkenal lantaran jersey, diangkat anak oleh pemain terkenal,
hingga akhirnya bisa berdiri di kakinya sendiri lewat kiprahnya sebagai
pemain profesional. Mudah-mudahan karir sepak bola Martunis makin sukses dan membanggakan Indonesia kelak.
Sumber
1.) Berkah Tsunami Bagi Martunis
![]() |
| Sumber |
Meskipun kejadiannya sudah lebih dari 10 tahun lalu, tsunami Aceh tetap menyisakan kenangan buruk bagi para korbannya. Mungkin bisa dibilang bencana tersebut adalah yang terburuk dalam sejarah bangsa Indonesia. Martunis kecil pun juga merasakan duka yang mendalam ketika itu.
Ia dan keluarganya terseret ke tengah lautan saat kejadian tsunami tersebut. Ajaibnya, ia bertahan setelah sekitar 21 hari terombang-ambing di laut. Ia juga cukup beruntung karena bertemu kembali dengan sang ayah, Sarbini. Sayangnya, ibu dan dua saudara perempuannya dinyatakan tewas. Semua musibah yang menimpa Martunis memang sekilas menyesakkan, tapi ia bakal mendapatkan keberkahan luar biasa melalui bencana dahsyat ini.
2.) Kecintaannya Terhadap Jersey Portugal
![]() |
| Sumber |
Seperti yang Anda tahu, ketika ditemukan terombang-ambing di tengah laut, Martunis mengenakan jersey nomor 10 Portugal. Bocah yang kini udah berusia 17 tahun itu mengaku memang menyukai pemain sepak bola Portugal. Khususnya nama yang ada di jersey favoritnya tersebut, yakni Rui Costa.
3.) Mimpi Menjadi Kenyataan
![]() |
| Sumber |
Martunis begitu mencintai sepak bola. Semasa kecilnya dihabiskan dengan bermain bola dengan teman-temannya. Meskipun tsunami akhirnya merebut semuanya, termasuk beberapa teman mainnya. Meskipun perkembangannya jarang diekspos setelah itu, tapi skill mengasah bola Martunis makin berkembang.
4.) Mengikuti Jejak Sang Ayah
![]() |
| Sumber |
Like father like son juga berlaku di dunia sepak bola lho. Salah satu buktinya adalah si Martunis yang mengikuti jejak Ronaldo dengan bergabung bersama Sporting Lisbon. Seperti yang diketahui, saingan berat Lionel Messi tesebut mengawali karir profesionalnya di klub asal kota Lisboa tersebut.
Mengikuti jejang sang ayah, Martunis bergabung dengan Sporting Lisbon. Tepat
tanggal 1 kemarin Martunis resmi diperkenalkan oleh Presiden Sporting,
Bruno de Carvalho, sebagai pemain resmi Sporting Lisbon. Setengah mimpi
Martunis udah tercapai. Mudah-mudahan saja ia juga bisa keren seperti
sang ayah angkat dan bikin Indonesia bangga lewat pencapaian
fantastisnya nanti.
Sumber











